«

»

Jun 19

Sekilas tentang batik celup

Batik Celup produk ibu-ibu rumah tangga Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing Kota Malang siap go internasional. Karena batik ini banyak diminati masyarakat.
Selain batik tulis dan batik cetak juga diminati masyarakat, ternyata batik celup juga banyak perminatnya. Batik celup ini tidak kalah menarik dengan batik-batik lainnya dan sangat cocok untuk dijadikan busana wanita maupun pria. Seperti halnya batik jenis batik lainnya, untuk motif dan warna bisa disesuaikan dengan selera pemakainya. Banyak sekali motif-motif yang bisa dipilih oleh masyarakat pecinta batik celup ini, misalnya motif kelereng, spiral, jelujur, mata sapi, dan lain-lain.
Batik celup ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para ibu Kelurahan Balearjosari Kecamatan Blimbing Kota Malang. Berawal dari pelatihan yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, para ibu rumah tangga sebanyak 72 orang ini sejak Mei 2011 sepakat untuk mendirikan usaha batik celup.
Usaha batik celup yang diketuai Helena Kristina Yoel ini merupakan salah satu produk unggulan Kelurahan Balearjosari. Karena usaha ini masih baru dan mendapat respon positif dari warga masyarakat, menurut Helena, nantinya ia akan mempromosikan produk batik celup ini hingga ke luar Malang, bahkan jika memungkinkan siap go internasional. “Untuk ke depannya kami akan bekerjasama dengan Pokja 3 TP PKK Kota Malang sebagai partner kerja,” kata Helena saat dikonfirmasi wartawan, Senin (13/6).
Helena menambahkan, untuk pembuatan batik celub ini sangat mudah dan relatif cepat. “Misalnya, untuk 20 lembar batik dengan ukuran 2 hingga 3,5 meter hanya membutuhkan waktu 3-4 hari saja. Sedangkan bahan batik kita gunakan kain katun, karena jenis kain ini serapannya lebih kuat. Dibanding kain yang lain, kain katun selama ini masih lebih bagus dan banyak digunakan oleh pengusaha batik,” jelasnya.

Mengenai proses pembuatannya yang relatif mudah. Kata Helena, untuk langkah awal kita ambil kain katun putih, lalu dicelupkan ke dalam larutan soda as selama 5 hingga 10 menit. “Setelah mencapai 10 menit kain diangkat, diperas dan dilanjutkan dengan pencampuran pewarna sesuai dengan selera. Adapun bahan untuk pewarna kain ini terdiri dari air mineral secukupnya yang dicampur dengan larutan garam, soda as dan urea,” imbuhnya.
Dijelaskanya, setelah kain diangkat dan diperas, lalu batik didiamkan selama 24 jam di tempat yang teduh, sebelum dipasarkan. Menurutnya, harga Batik celup ini sangat bervariasi, mulai dari Rp 75 ribu hingga Rp 150 ribu. Adanya usaha batik ini, secara otomatis turut membantu perekonomian para ibu rumah tangga yang ada di lingkungan Kelurahan Balearjosari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>